Dokumentasi
DocsInventory & Warehouse

Inventory & Warehouse

Panduan lengkap manajemen inventaris dan gudang LancarTech — dari

Overview

Sebagai ISP, Anda mengelola ratusan hingga ribuan perangkat jaringan

yang tersebar di gudang, rumah pelanggan, dan lokasi infrastruktur.

Stok Real-Time

Pantau jumlah stok setiap item di setiap gudang secara real-time dengan dashboard yang mudah dibaca.

Asset Tracking

Lacak perangkat berdasarkan serial number — ketahui lokasi, status, dan subscriber yang menggunakan setiap unit.

Multi-Gudang

Kelola beberapa gudang/warehouse sekaligus dengan transfer stok antar lokasi yang tercatat otomatis.

Purchase Order

Buat PO ke supplier, terima barang, dan stok langsung bertambah — terintegrasi dengan modul keuangan.

Item Management

Langkah pertama dalam mengelola inventaris adalah mendaftarkan semua

Kategori Item Bawaan

KategoriContoh ItemKeterangan
Membuat Item BaruKategori Kustom:Router CPE atau router backbone yang dipasang di lokasi subscriber atau POP
Inventory > KategoriStock MovementsOptical Network Terminal untuk jaringan FTTH/GPON
Tipe Stock MovementMencatat Stock In / Stock Out ManualPerhatian:
Kabel FOKabel drop 1 core, kabel feeder 12 core, kabel distribusi 24 coreMulti-Warehouse (Multi-Gudang)
KonektorMembuat Gudang BaruContoh Penggunaan
Tips:PLC Splitter 1:8, 1:16, 1:32Purchase Orders (PO)
AksesorisAlur Purchase OrderIntegrasi Keuangan:
Alat KerjaAsset TrackingAlat kerja teknisi lapangan (bisa dicatat sebagai aset tetap)

Membuat Item Baru

1
Buka Menu Inventory

Navigasi ke menu Inventory > Items di dashboard admin. Klik tombol Tambah Item untuk membuka form pendaftaran item baru.

2
Isi Informasi Dasar

Masukkan nama item, pilih kategori (atau buat kategori baru), tentukan SKU (Stock Keeping Unit) yang unik, pilih satuan (pcs, meter, roll, box), dan masukkan harga beli rata-rata.

3
Atur Stok Minimum

Tentukan batas stok minimum (reorder point). Saat stok mencapai angka ini, sistem akan mengirim notifikasi kepada admin agar segera melakukan pembelian ulang. Misalnya, set minimum 10 unit untuk ONT.

4
Tandai Sebagai Trackable (Opsional)

Untuk item bernilai tinggi seperti ONT, router, atau OLT, aktifkan opsi Trackable. Item yang trackable akan dilacak per serial number — setiap unit memiliki identitas unik yang dapat di-assign ke subscriber atau teknisi.

5
Simpan Item

Klik Simpan untuk mendaftarkan item. Item baru akan muncul di daftar inventaris dengan stok awal 0. Anda dapat menambahkan stok melalui Stock In atau Purchase Order.

Kategori Kustom:: jika ISP Anda juga menjual perangkat CCTV atau UPS, cukup buat

Stock Movements

Setiap perubahan jumlah stok tercatat sebagai stock movement.

LancarTech mencatat secara detail siapa yang melakukan, kapan,

TipeArahDeskripsiContoh
PurchasePenting:Stok masuk dari pembelian ke supplier melalui Purchase OrderWarehouse Transfers
DeployProses TransferStok In-Transit:Pasang 1 ONT ZTE F660 (SN: ZTE-F660-00342) ke subscriber Ahmad
Supplier ManagementMasukInformasi SupplierCabut ONT dari subscriber yang churn, masuk kembali ke gudang
Laporan InventarisKeluar/MasukBest PracticesPindah 20 roll kabel FO dari Gudang Pusat ke Gudang Cabang Timur
Selanjutnya: Akuntansi & KeuanganMasuk/KeluarPenyesuaian stok karena stock opname, kerusakan, kehilangan, atau koreksiStock opname: selisih -3 konektor SC/UPC (lost)
Technician IssueKeluarStok dikeluarkan untuk dibawa teknisi ke lapanganIssue 5 fast connector + 100m kabel drop ke teknisi Budi
Technician ReturnMasukStok yang tidak terpakai dikembalikan oleh teknisiTeknisi Budi return 2 fast connector sisa instalasi

Mencatat Stock In / Stock Out Manual

1
Pilih Item & Gudang

Buka menu Inventory > Stock Movement. Pilih item yang akan diubah stoknya dan tentukan gudang tujuan (untuk stock in) atau gudang asal (untuk stock out).

2
Tentukan Tipe & Jumlah

Pilih tipe movement (Purchase, Adjustment, dll), masukkan jumlah, dan isi referensi jika ada (misalnya nomor PO atau nomor tiket).

3
Input Serial Number (Jika Trackable)

Untuk item yang bersifat trackable, Anda harus memasukkan serial number setiap unit. Sistem akan memvalidasi bahwa serial number belum terdaftar (untuk stock in) atau benar-benar ada di gudang (untuk stock out).

4
Tambahkan Catatan

Isi catatan/keterangan untuk dokumentasi. Misalnya: 'Terima dari supplier PT Fiber Optik Nusantara, invoice #INV-S-2026-089'. Catatan ini akan muncul di riwayat movement.

5
Konfirmasi & Simpan

Review detail movement, lalu klik Simpan. Stok akan langsung terupdate dan movement tercatat di history. Jika tipe movement berkaitan dengan keuangan (purchase), jurnal akuntansi otomatis dibuat.

Perhatian:: audit. Jika terjadi kesalahan, gunakan tipe

Multi-Warehouse (Multi-Gudang)

ISP yang beroperasi di beberapa wilayah biasanya memiliki lebih dari

POP (Point of Presence), atau gudang kecil di rumah teknisi.

1
Buka Menu Warehouse

Navigasi ke Inventory > Warehouse. Halaman ini menampilkan daftar semua gudang beserta ringkasan jumlah item dan total value di masing-masing gudang.

2
Klik Tambah Gudang

Isi nama gudang (contoh: 'Gudang Pusat', 'POP Cibinong', 'Stok Teknisi Budi'), alamat lengkap, dan PIC (Person In Charge) yang bertanggung jawab.

3
Atur Sebagai Default (Opsional)

Satu gudang dapat ditandai sebagai gudang default. Gudang default akan otomatis terpilih saat melakukan stock in dari Purchase Order atau saat admin tidak secara eksplisit memilih gudang.

4
Simpan

Setelah disimpan, gudang baru siap digunakan. Anda dapat langsung melakukan stock in ke gudang ini atau transfer dari gudang lain.

GudangLokasiContoh Penggunaan
RouterMikroTik hAP ac2, RB750Gr3, CCR1009Router CPE atau router backbone yang dipasang di lokasi subscriber atau POP
ONTZTE F660, Huawei HG8245H, Nokia G-240W-FOptical Network Terminal untuk jaringan FTTH/GPON
OLTZTE C300, Huawei MA5608TPerangkat sentral GPON di POP/data center
Kabel FOKabel drop 1 core, kabel feeder 12 core, kabel distribusi 24 coreKabel fiber optic berbagai jenis dan jumlah core

Tips:: catat sebagai transfer ke "gudang" teknisi tersebut. Ini

Purchase Orders (PO)

Purchase Order (PO) adalah fitur untuk mengelola proses pembelian

Alur Purchase Order

Draft

Buat PO Baru

Admin membuat PO dengan memilih supplier, menambahkan item beserta jumlah dan harga satuan, memilih gudang tujuan penerimaan, dan menentukan tanggal pengiriman yang diharapkan. PO berstatus Draft dan masih bisa diedit.

Review

Approval (Opsional)

Jika fitur approval diaktifkan, PO harus disetujui oleh admin atau manager sebelum dikirim ke supplier. PO yang nilainya melebihi batas tertentu dapat memerlukan approval bertingkat. Fitur ini mencegah pembelian yang tidak sah.

Sent

Kirim ke Supplier

Setelah disetujui, PO dikirim ke supplier. LancarTech dapat meng-generate PDF PO yang profesional yang bisa diunduh dan dikirim via email atau WhatsApp. Status berubah menjadi Sent.

Partial

Penerimaan Parsial

Jika supplier mengirim barang secara bertahap, Anda dapat mencatat penerimaan parsial. Stok bertambah sesuai jumlah yang diterima, dan sistem melacak sisa item yang belum dikirim. Status PO menjadi Partially Received.

Done

Penerimaan Lengkap

Saat seluruh item telah diterima, PO berstatus Completed. Stok gudang tujuan sudah terupdate secara lengkap. Jika ada selisih jumlah (lebih atau kurang dari yang dipesan), dicatat sebagai catatan di PO.

Integrasi Keuangan:: Hutang Dagang). Invoice dari supplier dapat dicocokkan dengan

Asset Tracking

Asset tracking adalah fitur untuk melacak perangkat bernilai tinggi

Status Lifecycle Asset

StatusDeskripsiLokasi
KonektorSC/UPC, SC/APC, fast connectorKonektor fiber optic untuk sambungan kabel
SplitterPLC Splitter 1:8, 1:16, 1:32Pembagi sinyal optik di jaringan GPON
AksesorisODP, OTB, pigtail, patch cord, closurePerangkat pendukung jaringan fiber
Alat KerjaSplicer, OPM, OTDR, stripper, cleaverAlat kerja teknisi lapangan (bisa dicatat sebagai aset tetap)
Gudang PusatKantor utama ISPStok utama, menerima barang dari supplier, mendistribusikan ke gudang cabang
Gudang POPTitik POP di setiap wilayahStok untuk instalasi di area sekitar POP, mengurangi waktu respon teknisi

Setiap perubahan status asset tercatat sebagai asset history — lengkap dengan timestamp, user yang melakukan, dan catatan. Dengan riwayat ini, Anda dapat mengetahui perjalanan lengkap sebuah ONT misalnya: diterima dari supplier pada tanggal X, disimpan di Gudang Pusat, ditransfer ke POP Cibinong, di-deploy ke subscriber Ahmad pada tanggal Y, dicabut pada tanggal Z karena subscriber churn, dikembalikan ke gudang, dan seterusnya.

Asset Assignment

Asset assignment adalah proses menghubungkan perangkat fisik

(seperti ONT atau router) dengan subscriber tertentu. Proses ini

1
Buka Detail Subscriber atau Tiket Instalasi

Navigasi ke halaman detail subscriber yang akan dipasangi perangkat. Alternatifnya, buka tiket instalasi yang sudah dijadwalkan — dari sini Anda juga bisa melakukan assignment.

2
Klik Assign Asset

Di bagian Perangkat/Assets pada halaman subscriber, klik tombol Assign Asset. Dialog pencarian akan muncul.

3
Cari dan Pilih Perangkat

Ketik serial number atau nama item untuk mencari perangkat. Hanya perangkat dengan status In Stock yang dapat di-assign. Pilih perangkat yang sesuai — misalnya ONT ZTE F660 dengan serial number tertentu.

4
Konfirmasi Assignment

Review detail assignment: subscriber tujuan, perangkat yang dipilih, dan gudang asal. Klik Konfirmasi untuk menyelesaikan proses.

5
Stok & Status Otomatis Terupdate

Setelah dikonfirmasi: status asset berubah dari In Stock menjadi Deployed, stok gudang berkurang 1 unit, asset tercatat di profil subscriber, dan stock movement tipe Deploy otomatis dibuat.

Unassign / Cabut Perangkat

Saat subscriber berhenti berlangganan (churn) atau perangkat perlu

1
Buka Detail Subscriber

Navigasi ke halaman detail subscriber, lalu lihat bagian Perangkat/Assets yang terpasang.

2
Klik Unassign pada Perangkat

Klik tombol Unassign atau Cabut di samping perangkat yang ingin dilepas. Pilih alasan: churn, ganti perangkat, perbaikan, atau lainnya.

3
Pilih Gudang Tujuan

Tentukan ke gudang mana perangkat akan dikembalikan. Jika perangkat rusak, bisa langsung diarahkan ke Gudang Rusak.

4
Konfirmasi

Setelah dikonfirmasi: status asset berubah menjadi Returned atau In Repair, stok gudang tujuan bertambah, relasi dengan subscriber dihapus, dan stock movement tipe Return otomatis dibuat.

Integrasi Tiket:: assignment dari halaman tiket tersebut. Serial number yang

Stock Alerts (Notifikasi Stok)

Kehabisan stok perangkat di tengah jadwal instalasi yang padat

Low Stock Warning

Notifikasi dikirim saat stok item di gudang tertentu mencapai atau di bawah reorder point yang telah diset. Contoh: stok ONT ZTE F660 di Gudang Pusat tinggal 5 unit (minimum: 10).

Out of Stock Alert

Alert kritis saat stok item benar-benar habis (0 unit). Ditampilkan sebagai badge merah di dashboard dan dikirim sebagai notifikasi urgent ke admin.

Per-Gudang Monitoring

Notifikasi stok berlaku per gudang, bukan total. Jadi meskipun total stok masih cukup, jika satu gudang cabang kehabisan, alert tetap muncul untuk gudang tersebut.

Auto-Reorder Suggestion

Saat low stock terdeteksi, sistem menyarankan jumlah pembelian berdasarkan rata-rata konsumsi bulanan dan lead time supplier. Admin tinggal klik untuk membuat draft PO.

Penting:: harian dikalikan lead time pengiriman supplier (dalam hari)

Warehouse Transfers

Transfer antar gudang memungkinkan Anda memindahkan stok dari satu

Proses Transfer

1
Buat Transfer Baru

Buka Inventory > Transfers, klik Buat Transfer. Pilih gudang asal dan gudang tujuan. Gudang asal dan tujuan tidak boleh sama.

2
Tambahkan Item

Pilih item yang akan ditransfer dan masukkan jumlah. Sistem akan memvalidasi bahwa stok di gudang asal mencukupi. Untuk item trackable, pilih serial number spesifik yang akan dipindahkan.

3
Review & Kirim

Review daftar item yang akan ditransfer. Tambahkan catatan jika perlu (misalnya: 'Distribusi stok untuk instalasi minggu depan di area Cibinong'). Klik Kirim Transfer.

4
Penerimaan di Gudang Tujuan

Admin atau PIC gudang tujuan menerima notifikasi transfer masuk. Mereka melakukan verifikasi fisik barang, lalu klik Terima untuk mengkonfirmasi. Stok gudang tujuan bertambah setelah dikonfirmasi.

Stok In-Transit:: perangkat dari teknisi satu ke teknisi lain.

Supplier Management

Modul supplier memungkinkan Anda mencatat dan mengelola informasi

Informasi Supplier

FieldDeskripsiContoh
Stok TeknisiDibawa oleh teknisi lapanganItem kecil yang sering dibutuhkan: konektor, pigtail, patch cord. Dicatat sebagai gudang virtual per teknisi
Gudang RusakKantor / POPPerangkat yang rusak/defect menunggu perbaikan atau retur ke supplier
In StockPerangkat tersedia di gudang, siap untuk di-deploy atau ditransferGudang (Pusat/POP/Teknisi)
DeployedPerangkat sudah dipasang dan aktif digunakan oleh subscriberLokasi subscriber
In RepairPerangkat sedang dalam proses perbaikan/servisGudang Rusak / vendor servis
ReservedPerangkat dipesan untuk instalasi yang sudah dijadwalkanGudang (menunggu deploy)
ReturnedPerangkat dikembalikan dari subscriber, menunggu pengecekanGudang (menunggu QC)
DisposedPerangkat dibuang/dihapuskan karena rusak permanen atau sudah obsoleteDihapuskan dari stok aktif

Setiap supplier memiliki halaman detail yang menampilkan riwayat semua Purchase Order yang pernah dibuat ke supplier tersebut, total nilai pembelian, dan item apa saja yang biasa dibeli. Informasi ini membantu Anda mengevaluasi performa supplier dan membuat keputusan pembelian yang lebih baik.

Laporan Inventaris

LancarTech menyediakan berbagai laporan inventaris untuk membantu

LaporanDeskripsiKegunaan
Nama SupplierNama perusahaan atau toko supplierPT Fiber Optik Nusantara
Kontak PersonNama PIC yang biasa dihubungi untuk pemesananPak Joko - Sales Manager
Telepon / WANomor telepon atau WhatsApp untuk komunikasi08123456789
EmailEmail untuk pengiriman PO dan korespondensi resmisales@fiberoptiknusantara.co.id
AlamatAlamat lengkap kantor/gudang supplierJl. Raya Industri No. 45, Tangerang
NPWPNomor Pokok Wajib Pajak supplier untuk keperluan faktur pajak01.234.567.8-012.000
Lead TimeEstimasi waktu pengiriman rata-rata dalam hari kerja5-7 hari kerja
CatatanCatatan tambahan tentang supplierMinimal order 50 pcs untuk free ongkir

Best Practices

Berikut adalah tips dan praktik terbaik untuk mengelola inventaris

Selalu catat serial number perangkat mahal

Aktifkan fitur trackable untuk semua ONT, router, OLT, splicer, dan perangkat bernilai tinggi lainnya. Serial number memungkinkan tracking individual — Anda tahu persis perangkat mana yang ada di subscriber mana, dan siapa yang terakhir memindahkannya.

Lakukan stock opname berkala

Jadwalkan stock opname minimal setiap 3 bulan untuk gudang utama dan setiap bulan untuk stok teknisi. Gunakan fitur Adjustment untuk mencatat selisih yang ditemukan — ini menjaga akurasi data dan mengidentifikasi potensi kehilangan.

Set reorder point yang realistis

Jangan set terlalu rendah (risiko kehabisan stok saat butuh) atau terlalu tinggi (modal terlalu banyak tertanam di inventaris). Hitung berdasarkan rata-rata konsumsi harian x lead time supplier + buffer 20% untuk fluktuasi.

Gunakan gudang virtual untuk teknisi

Buat satu gudang virtual per teknisi untuk melacak material yang mereka bawa. Saat mengambil dari gudang pusat, catat sebagai transfer. Saat selesai instalasi, teknisi melaporkan item yang terpakai. Sisa dikembalikan ke gudang.

Proses PO untuk semua pembelian

Meskipun pembelian kecil, biasakan membuat PO. Ini memastikan semua pembelian tercatat, terintegrasi dengan keuangan, dan memudahkan rekonsiliasi dengan invoice supplier. Gunakan approval workflow untuk pembelian di atas nominal tertentu.

Pisahkan perangkat rusak

Buat gudang khusus (Gudang Rusak/Defect) untuk perangkat yang bermasalah. Transfer perangkat rusak ke gudang ini agar tidak tercampur dengan stok bagus. Review secara berkala — perangkat yang bisa diperbaiki dikirim ke vendor servis, yang tidak bisa di-dispose.

Manfaatkan laporan consumption untuk forecasting

Review Consumption Report setiap bulan untuk mengetahui tren penggunaan. Jika Anda melihat peningkatan konsumsi ONT (tanda pertumbuhan subscriber), tingkatkan reorder point dan siapkan PO lebih awal.

Integrasikan dengan workflow tiket

Saat membuat tiket instalasi, pastikan teknisi melakukan asset assignment langsung dari tiket. Ini memastikan setiap perangkat yang dipasang tercatat di profil subscriber dan mengurangi risiko perangkat tidak terdokumentasi.