IPAM - IP Address Management
Panduan lengkap manajemen IP address di LancarTech — mulai dari pembuatan IP pool, CIDR notation, deteksi overlap otomatis, auto-assign IP ke subscriber, sinkronisasi dengan MikroTik, hingga tracking penggunaan IP secara real-time.
Overview
IP Address Management (IPAM) adalah modul kritis untuk setiap ISP. Tanpa pengelolaan IP yang terstruktur, ISP akan menghadapi konflik IP, pemborosan address space, dan kesulitan troubleshooting jaringan. LancarTech menyediakan IPAM terpusat yang menjadi satu-satunya sumber kebenaran (single source of truth) untuk semua alokasi IP di jaringan Anda.
IPAM LancarTech dirancang khusus untuk kebutuhan ISP Indonesia — mendukung IPv4 dengan perencanaan subnet yang efisien, integrasi langsung dengan IP pool MikroTik, dan visualisasi penggunaan IP secara real-time. Setiap IP pool dilacak per tenant, sehingga tidak ada risiko cross-tenant IP conflict dalam lingkungan multi-tenant.
IP Pool Management
Buat dan kelola IP pool dengan CIDR notation. Setiap pool memiliki nama, deskripsi, dan tipe (management, subscriber, infrastructure).
Overlap Detection
Deteksi otomatis saat membuat pool baru yang CIDR-nya overlap dengan pool yang sudah ada. Mencegah konflik IP sebelum terjadi.
Auto-Assign IP
Assign IP address secara otomatis ke subscriber baru dari pool yang sesuai. Mendukung sequential dan random assignment.
MikroTik Sync
Sinkronisasi IP pool dengan address pool di MikroTik. Import pool yang sudah ada atau push pool baru ke router.
IP Pool Creation
Membuat IP pool adalah langkah pertama dalam mengelola address space ISP Anda. Setiap pool merepresentasikan satu blok IP yang dialokasikan untuk tujuan tertentu — misalnya pool untuk subscriber PPPoE, pool untuk management router, atau pool untuk hotspot.
Langkah Membuat IP Pool
Buka menu Jaringan > IPAM dari sidebar dashboard. Halaman ini menampilkan daftar semua IP pool beserta statistik penggunaan (used, available, total).
Klik tombol Tambah Pool di pojok kanan atas. Form pembuatan pool akan muncul dengan field yang perlu diisi.
Masukkan informasi pool: Nama pool (contoh: Pool-PPPoE-Area-1), Network address dalam CIDR notation (contoh: 10.10.1.0/24), Tipe pool (Subscriber, Management, Infrastructure, Hotspot), Deskripsi (opsional, contoh: Pool untuk subscriber PPPoE area Cibinong), dan Gateway IP (opsional, IP pertama atau terakhir dari subnet).
Tentukan IP address yang dikecualikan dari auto-assign. Biasanya IP pertama (network address), IP terakhir (broadcast), dan IP gateway perlu di-exclude. Anda juga bisa meng-exclude range IP tertentu yang sudah dialokasikan secara manual.
Sistem akan memvalidasi CIDR notation, memeriksa overlap dengan pool lain, dan menghitung jumlah usable IP. Jika valid, pool akan tersimpan dan siap digunakan untuk alokasi IP ke subscriber.
CIDR Notation Reference
| CIDR | Subnet Mask | Total IP | Usable IP | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| /30 | 255.255.255.252 | 4 | 2 | Point-to-point link |
| /29 | 255.255.255.248 | 8 | 6 | Management kecil |
| /28 | 255.255.255.240 | 16 | 14 | Hotspot kecil |
| /27 | 255.255.255.224 | 32 | 30 | Hotspot sedang |
| /26 | 255.255.255.192 | 64 | 62 | Subscriber RT/RW |
| /25 | 255.255.255.128 | 128 | 126 | Subscriber area kecil |
| /24 | 255.255.255.0 | 256 | 254 | Subscriber area standar |
| /23 | 255.255.254.0 | 512 | 510 | Subscriber area besar |
| /22 | 255.255.252.0 | 1024 | 1022 | ISP menengah |
| /20 | 255.255.240.0 | 4096 | 4094 | ISP besar |
subscriber), gunakan /24 per area. Untuk ISP besar dengan ribuan subscriber, pertimbangkan /22 atau /20 yang dibagi ke dalam beberapa /24 per area untuk memudahkan manajemen dan troubleshooting.
Overlap Detection
Salah satu masalah paling umum dalam pengelolaan IP di ISP adalah overlapping subnet — dua pool menggunakan range IP yang sama atau saling tumpang tindih. LancarTech secara otomatis mendeteksi dan mencegah overlap saat Anda membuat atau mengedit IP pool.
Jenis Overlap yang Dideteksi
Exact Duplicate
Dua pool dengan CIDR yang persis sama. Contoh: Pool A = 10.10.1.0/24 dan Pool B = 10.10.1.0/24. Sistem akan menolak pembuatan Pool B karena identik dengan Pool A. Ini adalah overlap paling mudah dideteksi.
Supernet Overlap
Pool baru memiliki CIDR yang lebih besar (supernet) dari pool yang sudah ada. Contoh: Pool A = 10.10.1.0/24 sudah ada, dan Anda mencoba membuat Pool B = 10.10.0.0/22. Pool B mencakup seluruh range Pool A (10.10.0.0 sampai 10.10.3.255), sehingga terjadi overlap.
Subnet Overlap
Pool baru memiliki CIDR yang lebih kecil (subnet) dari pool yang sudah ada. Contoh: Pool A = 10.10.0.0/22 sudah ada, dan Anda mencoba membuat Pool B = 10.10.1.0/24. Pool B berada di dalam range Pool A, sehingga terjadi overlap.
Partial Overlap
Dua pool dengan CIDR yang saling tumpang tindih sebagian. Contoh: Pool A = 10.10.1.0/24 (10.10.1.0-10.10.1.255) dan Pool B = 10.10.1.128/25 (10.10.1.128-10.10.1.255). Separuh dari Pool B berada di dalam range Pool A.
Jika Anda mengoperasikan ISP multi-area dengan subnet yang sengaja di-reuse (misalnya 10.0.0.0/24 di setiap POP dengan routing yang terpisah), Anda dapat menonaktifkan overlap check per pool dan menambahkan catatan di deskripsi pool. Namun, pastikan routing antar POP sudah dikonfigurasi dengan benar untuk menghindari konflik.
IP Assignment
LancarTech mendukung dua metode alokasi IP address ke subscriber: otomatis (auto-assign) dan manual. Auto-assign direkomendasikan untuk sebagian besar skenario karena mengurangi risiko human error dan mempercepat provisioning layanan baru.
Auto-Assign
Saat membuat service baru untuk subscriber, admin memilih IP pool yang sesuai berdasarkan area, tipe koneksi, dan ketersediaan IP. Sistem menampilkan jumlah IP yang tersedia di setiap pool.
Sistem secara otomatis memilih IP address berikutnya yang tersedia dari pool. Dua strategi alokasi tersedia: Sequential (IP berikutnya secara berurutan dari yang terakhir digunakan) dan Lowest Available (IP terkecil yang belum terpakai).
IP yang dipilih divalidasi terhadap exclusion list dan status assignment. Jika IP valid, sistem melakukan reservasi atomik untuk menghindari race condition saat multiple admin melakukan provisioning bersamaan.
IP yang di-assign secara otomatis dikonfigurasi di PPP secret, hotspot user, atau address list MikroTik sesuai tipe koneksi subscriber. Remote address di PPP secret diset ke IP yang dialokasikan.
Manual Assignment
Untuk subscriber korporat yang memerlukan IP statis tertentu, admin dapat memasukkan IP secara manual. Sistem memvalidasi bahwa IP berada di dalam range pool dan belum digunakan. IP yang di-assign manual otomatis ditandai Reserved untuk mencegah auto-assign di masa depan. Admin dapat menambahkan catatan untuk dokumentasi (contoh: "IP statis untuk PT Maju Jaya").
diubah ke pool lain, IP address yang sebelumnya digunakan otomatis dikembalikan ke pool (released) dan tersedia untuk alokasi berikutnya. Riwayat penggunaan IP tetap tersimpan untuk audit.
MikroTik Sync
LancarTech dapat menyinkronisasi IP pool dengan address pool yang ada di router MikroTik. Fitur ini memastikan konsistensi antara data IPAM di LancarTech dan konfigurasi aktual di router, baik saat migrasi dari sistem lama maupun operasional sehari-hari.
Import dari MikroTik
Pilih router MikroTik yang ingin disinkronisasi dari daftar router yang terdaftar di LancarTech. Router harus dalam status Online dan memiliki REST API yang aktif.
Sistem membaca seluruh IP pool yang ada di MikroTik (/ip/pool) beserta range-nya. Daftar pool yang ditemukan ditampilkan dengan informasi range, jumlah IP, dan status apakah sudah ada di LancarTech atau belum.
Pilih pool mana yang ingin diimport ke LancarTech. Pool yang sudah ada akan di-skip atau di-merge (pilihan admin). Pool baru akan dibuat otomatis dengan CIDR yang sesuai.
Sistem memetakan range IP MikroTik ke CIDR notation dan memvalidasi apakah ada overlap dengan pool yang sudah ada di LancarTech. Jika ada overlap, admin diberi opsi untuk melewati pool tersebut atau melakukan merge.
Setelah review, klik Import untuk menyimpan pool ke LancarTech. IP yang sudah ter-assign ke PPP secret atau hotspot user juga akan di-import dan ditandai sebagai Used di IPAM.
Push ke MikroTik
Selain import, Anda bisa push IP pool dari LancarTech ke MikroTik — berguna saat menambahkan router baru. Dari halaman detail pool, klik Sync ke Router, pilih target, dan sistem akan membuat address pool di MikroTik (/ip/pool) dengan range sesuai CIDR. Setelah push, sistem memverifikasi konfigurasi dan menampilkan status sync.
memastikan perubahan IP pool di LancarTech secara otomatis diterapkan ke router MikroTik terkait. Sync berjalan setiap kali pool diperbarui (edit range, tambah exclusion) dan saat router kembali online setelah downtime.
Usage Tracking
IPAM LancarTech melacak penggunaan setiap IP address secara real-time. Dashboard IPAM menampilkan visualisasi komprehensif tentang utilisasi IP pool, memudahkan capacity planning dan identifikasi pool yang hampir penuh.
Status IP Address
| Status | Deskripsi | Warna |
|---|---|---|
| Available | IP tersedia dan bisa dialokasikan ke subscriber baru | Hijau |
| Used | IP sedang digunakan oleh subscriber aktif | Biru |
| Reserved | IP direservasi secara manual dan tidak dapat di-auto-assign | Kuning |
| Excluded | IP dikecualikan dari pool (network, broadcast, gateway) | Abu-abu |
| Suspended | IP milik subscriber yang sedang dalam status suspended | Merah |
Dashboard Utilisasi
Pool Usage Bar
Setiap pool ditampilkan dengan progress bar yang menunjukkan persentase penggunaan. Warna berubah dari hijau (0-70%), kuning (70-90%), hingga merah (90-100%) untuk memberikan visual alert saat pool hampir penuh.
IP Grid View
Tampilan grid yang menunjukkan setiap IP dalam pool dengan warna sesuai status. Klik pada IP untuk melihat detail: subscriber yang menggunakan, tanggal assignment, dan riwayat penggunaan. Cocok untuk pool kecil (/24 ke bawah).
Usage Trend Chart
Grafik tren penggunaan IP pool dalam 30/60/90 hari terakhir. Membantu memprediksi kapan pool akan penuh berdasarkan rate pertumbuhan subscriber. Jika tren menunjukkan pool akan penuh dalam 30 hari, sistem mengirim alert ke admin.
Summary Report
Ringkasan utilisasi seluruh IP pool dalam satu halaman: total IP yang dikelola, total yang terpakai, persentase utilisasi keseluruhan, dan daftar pool yang memerlukan perhatian (utilisasi > 85%).
mengirim notifikasi saat utilisasi pool mencapai 85% dan 95%. Admin menerima alert melalui WhatsApp atau Telegram untuk segera merencanakan penambahan address space sebelum pool habis.
Best Practices
Tips dan praktik terbaik untuk mengelola IP address secara efisien menggunakan IPAM LancarTech:
Rencanakan address space dan gunakan IP range konsisten
Buat perencanaan subnet terstruktur sejak awal. Pilih satu private IP range (contoh: 10.0.0.0/8) dan bagi hierarkis: 10.{area}.{fungsi}.0/24. Kelompokkan per area, tipe layanan (PPPoE, Hotspot, Static, DHCP), dan fungsi (subscriber, management, infrastructure).
Sisakan ruang untuk pertumbuhan
Jika butuh /25 (126 IP), alokasikan /24 (254 IP) agar ada ruang. Buat pool terpisah per kombinasi area dan tipe layanan — jangan campur subscriber PPPoE dan Hotspot dalam satu pool.
Aktifkan overlap detection
Jangan nonaktifkan overlap detection kecuali yakin tentang IP reuse antar POP. Overlap tidak disengaja adalah penyebab utama masalah konektivitas yang sulit di-debug.
Sync rutin & monitor utilisasi
Jalankan sync berkala dengan MikroTik untuk konsistensi. Pantau utilisasi, siapkan pool cadangan sebelum 90% penuh. Dokumentasikan setiap pool dengan area coverage, router, dan PIC.