Multi-Branch Management
Panduan lengkap manajemen multi-cabang ISP di LancarTech — dari pembuatan branch, pengaturan kuota, assignment staff, laporan per cabang, transfer resource, area mapping, hingga dashboard per branch. Kelola banyak cabang ISP dalam satu platform terpadu.
Overview
Seiring berkembangnya bisnis, ISP sering membuka cabang baru di berbagai lokasi untuk memperluas cakupan layanan. LancarTech mendukung manajemen multi-branch yang memungkinkan satu tenant ISP mengelola banyak cabang dengan kontrol terpusat namun operasional terdesentralisasi.
Setiap branch dapat memiliki tim sendiri, area coverage sendiri, subscriber tersendiri, dan laporan keuangan terpisah — sementara admin pusat tetap memiliki visibilitas dan kontrol atas semua cabang. Model ini cocok untuk ISP yang beroperasi di beberapa kota, kecamatan, atau wilayah yang membutuhkan pengelolaan lokal.
Kontrol Terpusat
Admin pusat memiliki akses penuh ke semua branch: data, laporan, pengaturan, dan resource management.
Operasional Lokal
Setiap branch memiliki admin dan staff sendiri yang hanya melihat data dan subscriber branch mereka.
Laporan Terpisah
Revenue, subscriber, tiket, dan metrik operasional dilaporkan per branch dan konsolidasi.
Transfer Resource
Subscriber, perangkat, dan stok dapat dipindahkan antar branch sesuai kebutuhan operasional.
Membuat Branch
Admin pusat dapat membuat branch baru dari dashboard. Setiap branch merepresentasikan satu kantor atau wilayah operasional ISP.
Langkah Membuat Branch
Buka menu Pengaturan > Branch Management dari dashboard admin pusat. Halaman ini menampilkan daftar semua branch yang sudah ada beserta ringkasan statistik (jumlah subscriber, staff, dan revenue).
Klik tombol Tambah Branch untuk membuka form pembuatan branch baru. Form ini terdiri dari beberapa bagian: informasi dasar, area coverage, dan pengaturan kuota.
Masukkan informasi dasar branch: nama branch (contoh: 'Cabang Semarang Barat'), kode branch (unik, contoh: 'SMG-BARAT'), alamat kantor cabang, nomor telepon kantor, email cabang, dan keterangan area coverage.
Definisikan area yang dilayani oleh branch ini. Bisa berupa daftar kelurahan/kecamatan, polygon area di peta, atau radius dari titik pusat. Area coverage membantu routing pendaftaran subscriber ke branch yang tepat.
Set batasan resource untuk branch: maksimal subscriber, maksimal perangkat, budget bulanan, dan limit lainnya. Kuota membantu kontrol pertumbuhan per branch dan perencanaan kapasitas.
Setelah semua data diisi, simpan branch baru. Branch langsung aktif dan siap digunakan. Langkah selanjutnya adalah assign staff ke branch tersebut.
Branch Default:: Saat tenant pertama kali dibuat,
Branch Settings
Setiap branch memiliki pengaturan yang dapat dikustomisasi. Beberapa pengaturan mengikuti konfigurasi global tenant, sementara yang lain bisa di-override per branch.
| Pengaturan | Default | Deskripsi |
|---|---|---|
| Laporan Konsolidasi: | (Wajib) | Transfer Resource |
| Kode Branch | Akses Transfer: | Kode singkat unik untuk identifikasi internal dan referensi invoice |
| Area Mapping | - | Dashboard per Branch |
| Maks. Subscriber | Persistent Selection: | Batas maksimal subscriber aktif di branch ini |
| Best Practices | Tidak Terbatas | Selanjutnya: Network & MikroTik |
| Nama Branch | (Wajib) | Nama tampilan branch, muncul di laporan dan filter |
| Kode Branch | (Unik) | Kode singkat unik untuk identifikasi internal dan referensi invoice |
| Alamat Kantor | - | Alamat fisik kantor cabang, ditampilkan di invoice dan subscriber portal |
| Maks. Subscriber | Tidak Terbatas | Batas maksimal subscriber aktif di branch ini |
Override Global:: konfigurasi global tenant secara default. Untuk saat ini,
User Assignment
Setiap staff (admin, teknisi, kasir) harus di-assign ke satu atau beberapa branch. Assignment menentukan data mana yang bisa dilihat dan dikelola oleh staff tersebut.
Single-Branch User
Staff yang hanya di-assign ke satu branch. Mereka hanya bisa melihat dan mengelola data branch mereka: subscriber, invoice, tiket, inventory, dan laporan. Cocok untuk admin lokal, teknisi lapangan, dan kasir cabang. Ini adalah mode assignment yang paling umum untuk operasional sehari-hari.
Multi-Branch User
Staff yang di-assign ke beberapa branch sekaligus. Mereka bisa berpindah antar branch menggunakan branch switcher di navigation bar. Data yang ditampilkan berubah sesuai branch yang sedang aktif. Cocok untuk regional manager atau supervisor yang mengawasi beberapa cabang.
All-Branch User (Admin Pusat)
User dengan akses ke semua branch. Biasanya owner atau admin pusat ISP. Mereka melihat data konsolidasi dari semua branch dan bisa memfilter per branch. Memiliki akses ke fitur khusus pusat: transfer resource antar branch, laporan konsolidasi, dan pengaturan global.
Cara Assign User ke Branch
Navigasi ke Pengaturan > Users. Daftar semua user di tenant ditampilkan beserta branch assignment saat ini.
Klik user yang ingin di-assign. Halaman detail user menampilkan informasi profil, role, dan branch assignment.
Di bagian Branch Assignment, pilih satu atau beberapa branch yang ingin di-assign ke user ini. Gunakan checkbox untuk memilih branch. Centang 'All Branches' untuk memberikan akses ke semua branch (termasuk yang dibuat di masa depan).
Klik simpan. Perubahan langsung berlaku — user akan melihat data branch baru saat mereka refresh halaman atau login ulang. Notifikasi dikirim ke user yang bersangkutan.
Keamanan:: melakukan aksi yang diizinkan oleh role mereka, dan hanya pada
Branch-Level Reports
Semua laporan di LancarTech mendukung filter per branch. Admin pusat dapat melihat laporan konsolidasi atau per branch, sementara admin branch hanya melihat data branch mereka.
| Laporan | Metrik | Kegunaan |
|---|---|---|
| Maks. Perangkat | Tidak Terbatas | Batas maksimal perangkat (router, ONT) yang dialokasikan ke branch |
| Area Coverage | Total subscriber, growth rate, churn rate per branch | Daftar kelurahan/kecamatan atau polygon area yang dilayani |
| Kontak Branch | Persentase invoice terbayar per branch | Nomor telepon dan email branch untuk subscriber dan komunikasi internal |
| Branch Manager | Jumlah tiket, response time, resolution time per branch | User yang ditunjuk sebagai penanggung jawab branch |
| Status | Aktif | Branch dapat dinonaktifkan (tidak menerima subscriber baru) tanpa mengganggu subscriber existing |
| Revenue per Branch | Pendapatan bulanan, MoM growth, kontribusi terhadap total revenue | Membandingkan performa keuangan antar branch |
| Subscriber per Branch | Total subscriber, growth rate, churn rate per branch | Memantau pertumbuhan dan retensi per cabang |
Laporan Konsolidasi:: dalam satu tampilan. Setiap metrik dapat di-breakdown per branch
Transfer Resource
LancarTech mendukung transfer resource antar branch untuk fleksibilitas operasional. Admin pusat dapat memindahkan subscriber, perangkat, dan stok material dari satu branch ke branch lain.
Transfer Subscriber
Pindahkan subscriber dari satu branch ke branch lain — biasanya karena subscriber pindah alamat ke area yang dilayani branch berbeda. Proses transfer mencakup: data subscriber, service aktif, riwayat billing, dan perangkat yang terpasang. Invoice yang belum lunas tetap di branch asal. Invoice baru dibuat oleh branch tujuan. Teknisi branch tujuan ditugaskan untuk validasi koneksi di lokasi baru.
Transfer Perangkat
Pindahkan perangkat (ONT, router, switch) dari gudang satu branch ke branch lain. Transfer dicatat sebagai mutasi inventory: stok branch asal berkurang dan stok branch tujuan bertambah. Admin harus mencatat alasan transfer dan jumlah unit. Serial number perangkat otomatis ter-update ke branch tujuan.
Transfer Material
Pindahkan material habis pakai (kabel, konektor, klem) antar gudang branch. Cocok untuk situasi di mana satu branch kelebihan stok sementara branch lain kekurangan. Proses transfer sama dengan transfer perangkat: pencatatan keluar dari gudang asal dan masuk ke gudang tujuan.
Akses Transfer:: Hanya admin pusat (All-Branch
Area Mapping
Area mapping memungkinkan ISP mendefinisikan wilayah geografis yang dilayani oleh setiap branch. Fitur ini membantu routing subscriber baru ke branch yang tepat dan menghindari overlap area.
Setiap branch memiliki daftar area yang dilayani. Area dapat didefinisikan sebagai daftar kelurahan/kecamatan (paling umum), polygon di peta (untuk area yang tidak mengikuti batas administratif), atau radius dari titik pusat (cocok untuk area rural). Admin pusat mengatur area mapping melalui halaman Branch Settings.
LancarTech menampilkan area coverage seluruh branch di peta interaktif (Leaflet). Setiap branch ditampilkan dengan warna berbeda. Admin dapat melihat apakah ada area yang belum tercover (blank spot) atau area yang overlap antar branch. Subscriber juga ditampilkan sebagai titik di peta sesuai lokasi mereka.
Saat subscriber baru mendaftar, sistem otomatis menyarankan branch berdasarkan alamat pemasangan subscriber. Jika alamat cocok dengan area coverage branch tertentu, subscriber otomatis di-assign ke branch tersebut. Admin dapat override assignment ini jika diperlukan.
Sistem mendeteksi jika ada area yang di-assign ke lebih dari satu branch dan menampilkan peringatan. Overlap area bisa menyebabkan konflik routing subscriber. Admin pusat harus menyelesaikan overlap dengan menentukan batas yang jelas antara branch yang bersebelahan.
Laporan area coverage menampilkan daerah yang belum dilayani oleh branch manapun. Informasi ini berguna untuk perencanaan ekspansi — ISP dapat memutuskan apakah perlu membuka branch baru atau memperluas area coverage branch existing.
Dashboard per Branch
Setiap user melihat dashboard yang sesuai dengan branch assignment mereka. Dashboard menampilkan metrik dan informasi yang relevan untuk branch yang sedang dipilih.
Branch Switcher
User dengan akses multi-branch atau all-branch memiliki branch switcher di navigation bar. Klik branch switcher untuk melihat daftar branch yang di-assign dan pilih branch yang ingin dilihat. Semua data di dashboard, tabel, dan laporan langsung berubah sesuai branch yang dipilih. Opsi 'Semua Branch' tersedia untuk admin pusat yang ingin melihat data konsolidasi.
KPI Cards
Dashboard menampilkan KPI cards khusus per branch: total subscriber aktif (dan perubahan dari bulan lalu), revenue bulan ini (dan perbandingan MoM), collection rate, jumlah tiket terbuka, jumlah PSB pending, dan subscriber yang akan expire. Semua angka hanya mencakup data branch yang sedang aktif.
Grafik Revenue
Chart revenue menampilkan tren pendapatan branch selama 12 bulan terakhir. Admin pusat dapat mengaktifkan mode comparison untuk membandingkan revenue dua branch atau lebih dalam satu grafik. Membantu identifikasi branch yang sedang growth atau decline.
Peta Subscriber
Widget peta di dashboard menampilkan persebaran subscriber di area branch. Subscriber ditampilkan sebagai titik dengan warna sesuai status (aktif = hijau, suspended = merah, pending = kuning). Peta otomatis zoom ke area coverage branch yang sedang dipilih.
Activity Feed
Feed aktivitas terbaru menampilkan event dari branch yang dipilih: subscriber baru, pembayaran diterima, tiket dibuat, PSB completed, dan lainnya. Admin pusat melihat feed konsolidasi dari semua branch dengan label branch pada setiap event.
Persistent Selection:: kembali, branch terakhir yang dipilih otomatis aktif kembali.
Best Practices
Berikut adalah tips dan praktik terbaik untuk mengelola banyak cabang ISP secara efektif:
Gunakan naming convention yang konsisten
Buat aturan penamaan branch yang jelas dan konsisten. Contoh: '[Kota] - [Area]' (Semarang - Barat, Semarang - Timur) atau '[Kode Kota]-[Nomor]' (SMG-01, SMG-02). Naming convention yang konsisten memudahkan sorting, filtering, dan komunikasi tim.
Rencanakan area coverage sebelum ekspansi
Sebelum membuka branch baru, petakan area coverage dengan jelas. Pastikan tidak ada overlap dengan branch existing. Gunakan data subscriber existing dan potensi pasar untuk menentukan batas area yang optimal. Area yang terlalu besar sulit dikelola, terlalu kecil tidak efisien.
Assign branch manager untuk setiap cabang
Tunjuk satu orang sebagai branch manager yang bertanggung jawab atas operasional cabang. Branch manager memiliki akses admin untuk branch-nya dan menjadi kontak utama antara pusat dan cabang. Ini memperjelas struktur tanggung jawab.
Set kuota realistis per branch
Tentukan kuota subscriber dan perangkat yang realistis berdasarkan kapasitas infrastruktur dan SDM cabang. Kuota terlalu tinggi membuat cabang kewalahan, terlalu rendah menghambat pertumbuhan. Review kuota setiap kuartal berdasarkan performa aktual.
Monitor performa antar branch secara berkala
Gunakan laporan konsolidasi untuk membandingkan performa antar branch: revenue, growth rate, collection rate, dan SLA. Identifikasi branch yang underperforming dan investigasi penyebabnya. Sharing best practice dari branch berkinerja terbaik ke branch lain.
Standarisasi SOP lintas branch
Pastikan semua branch mengikuti SOP yang sama untuk proses inti: PSB, billing, support, dan inventory. Variasi antar branch menyulitkan kontrol kualitas dan reporting. Dokumentasikan SOP dan lakukan training untuk staff baru di setiap cabang.
Optimalkan distribusi inventory
Pantau stok di setiap branch dan lakukan redistribusi saat ada ketimpangan. Branch dengan growth tinggi membutuhkan stok lebih banyak. Gunakan data PSB forecast untuk merencanakan distribusi inventory proaktif, bukan reaktif.
Lakukan review branch bulanan
Adakan review meeting bulanan dengan semua branch manager. Bahas performa, kendala, kebutuhan resource, dan rencana bulan depan. Gunakan data dari laporan konsolidasi LancarTech sebagai basis diskusi. Dokumentasikan action item dan follow up di meeting berikutnya.