PSB — Pemasangan Baru
Panduan lengkap workflow PSB (Pemasangan Baru) di LancarTech — dari pendaftaran subscriber, survey lokasi, penjadwalan instalasi, pemasangan perangkat, aktivasi layanan, hingga monitoring pasca-instalasi. Semua tahapan terstruktur dan terlacak dalam satu sistem.
Overview
PSB (Pemasangan Baru) adalah proses end-to-end untuk menambahkan subscriber baru ke jaringan ISP. LancarTech menyediakan workflow PSB yang terstruktur sehingga setiap tahapan — dari pendaftaran hingga layanan aktif — dapat dipantau, dilacak, dan dipertanggungjawabkan.
Tanpa workflow yang terstruktur, proses instalasi sering mengalami kendala: jadwal bentrok, peralatan kurang, teknisi tidak tahu lokasi, atau subscriber menunggu tanpa kejelasan status. LancarTech menyelesaikan semua masalah tersebut dengan sistem PSB terintegrasi yang menghubungkan admin, teknisi, inventory, billing, dan subscriber dalam satu alur kerja.
Workflow Terstruktur
6 tahapan jelas dari pendaftaran sampai monitoring, setiap tahap memiliki checklist dan validasi.
Tracking Real-Time
Admin dan subscriber dapat memantau progress instalasi secara real-time melalui dashboard dan portal.
Integrasi Inventory
Peralatan otomatis dialokasikan dari gudang dan stok berkurang saat instalasi selesai.
Provisioning Otomatis
Layanan diaktifkan otomatis di MikroTik setelah instalasi — tanpa konfigurasi manual di router.
Alur PSB
Workflow PSB terdiri dari 6 tahapan utama yang berurutan. Setiap tahapan memiliki status, checklist, dan aktor yang bertanggung jawab. Berikut adalah gambaran alur lengkap:
Pendaftaran
Admin menerima pendaftaran subscriber baru. Data subscriber diinput ke sistem termasuk paket yang dipilih, alamat pemasangan, dan dokumen pendukung.
Survey Lokasi
Teknisi melakukan survey ke lokasi pemasangan untuk mengecek ketersediaan infrastruktur (ODP, sinyal, jarak).
Jadwal Instalasi
Admin menjadwalkan tanggal instalasi, menugaskan teknisi, dan membuat work order berisi detail pekerjaan.
Instalasi
Teknisi melakukan pemasangan perangkat di lokasi subscriber: penarikan kabel, instalasi ONT/router, konfigurasi.
Aktivasi
Layanan diaktifkan di MikroTik, PPPoE/Hotspot dikonfigurasi, speed test dilakukan, dan subscriber menerima kredensial.
Monitoring
Pasca-instalasi dipantau selama 7 hari. Invoice pertama dibuat dan subscriber mulai menggunakan layanan.
Status Tracking:: Activating, Active, atau Cancelled. Admin dan subscriber dapat
Step 1 — Pendaftaran
Tahap pertama PSB adalah pendaftaran subscriber baru ke sistem. Admin mengumpulkan data subscriber dan membuat record PSB yang akan menjadi referensi sepanjang proses instalasi.
Data yang Dibutuhkan
| Field | Wajib | Keterangan |
|---|---|---|
| ONT (Optical Network Terminal) | Step 4 — Instalasi | Modem fiber optik di sisi pelanggan, serial number dicatat di sistem |
| Check-Out Wajib: | Perangkat | Step 5 — Aktivasi |
| Kabel Fiber Optik (Drop Cable) | Step 6 — Monitoring Pasca-Instalasi | Panjang disesuaikan hasil survey, biasanya 50-200 meter |
| Peralatan yang Dibutuhkan | Material | Integrasi Inventory |
| Pigtail | PSB Report | Untuk splicing di ODP (jika diperlukan) |
| Best Practices | Material | Lihat Juga |
| Manajemen Subscriber → | Inventaris & Stok → | Portal Teknisi → |
| Selanjutnya: Multi-Branch Management | Alat | Alat penyambung fiber optik (bawa atau sewa) |
| Nama Lengkap | Ya | Nama subscriber sesuai identitas resmi |
| No. KTP/NIK | Ya | Nomor Induk Kependudukan untuk verifikasi identitas |
Custom Fields:: misalnya nomor kontrak, referral code, atau informasi tambahan
Step 2 — Survey Lokasi
Setelah pendaftaran, teknisi ditugaskan untuk melakukan survey ke lokasi pemasangan. Survey bertujuan memastikan infrastruktur yang tersedia cukup untuk memberikan layanan berkualitas.
Checklist Survey
Periksa apakah ada ODP (Optical Distribution Point) terdekat yang masih memiliki port kosong. Catat jarak ODP ke lokasi subscriber dan kondisi fisik ODP. Jika tidak ada ODP terdekat, evaluasi apakah perlu instalasi ODP baru.
Ukur jarak dari ODP ke lokasi subscriber. Tentukan rute kabel fiber optik yang optimal: melalui tiang listrik, bawah tanah, atau jalur udara. Estimasi panjang kabel yang dibutuhkan.
Untuk jaringan wireless, lakukan link test ke BTS/AP terdekat. Catat kualitas sinyal (RSSI, SNR, CCQ). Untuk fiber, pastikan redaman optik (attenuation) dalam batas yang dapat diterima berdasarkan jarak.
Tentukan lokasi pemasangan perangkat di rumah/gedung subscriber: posisi ONT, rute kabel indoor, lokasi outlet, ketersediaan sumber listrik. Dokumentasikan dengan foto.
Berdasarkan hasil survey, teknisi memberikan penilaian: Layak (bisa langsung pasang), Layak dengan Catatan (perlu pekerjaan tambahan seperti tiang baru), atau Tidak Layak (infrastruktur tidak mencukupi). Penilaian ini menentukan langkah selanjutnya.
Dokumentasi Survey:: dari aplikasi teknisi (Technician Portal). Semua dokumentasi
Step 3 — Jadwal Instalasi
Setelah survey menyatakan lokasi layak, admin menjadwalkan tanggal instalasi dan menugaskan teknisi. Sistem membantu menghindari bentrokan jadwal dan memastikan peralatan tersedia.
Admin memilih tanggal dan slot waktu instalasi. Sistem menampilkan ketersediaan teknisi dan jumlah instalasi yang sudah dijadwalkan per hari. Slot waktu dibagi menjadi: Pagi (08:00-12:00), Siang (12:00-15:00), dan Sore (15:00-18:00). Admin dapat melihat kapasitas harian per teknisi.
Pilih teknisi yang akan mengerjakan instalasi. Sistem menampilkan daftar teknisi yang tersedia pada tanggal tersebut, lengkap dengan jumlah job aktif, area kerja, dan skill (fiber/wireless). Admin bisa menugaskan satu atau dua teknisi untuk satu instalasi.
Sistem otomatis membuat Work Order (WO) yang berisi: nomor WO unik, data subscriber dan alamat, paket layanan, hasil survey, peralatan yang dibutuhkan, catatan khusus, dan checklist pekerjaan. WO menjadi referensi teknisi di lapangan.
Subscriber menerima notifikasi via WhatsApp/SMS berisi konfirmasi jadwal instalasi: tanggal, slot waktu, nama teknisi, dan nomor kontak teknisi. Subscriber juga menerima reminder H-1 sebelum tanggal instalasi.
Sistem secara otomatis mengecek ketersediaan peralatan di gudang (ONT, kabel, konektor, router) dan melakukan reservasi sementara. Jika stok tidak mencukupi, admin mendapat peringatan untuk melakukan pengadaan terlebih dahulu.
Step 4 — Instalasi
Tahap inti dari PSB: teknisi melakukan pemasangan perangkat dan infrastruktur di lokasi subscriber. Teknisi menggunakan Technician Portal untuk memandu proses dan mendokumentasikan setiap langkah.
Teknisi membuka Work Order di Technician Portal dan melakukan check-in saat tiba di lokasi. Sistem mencatat waktu kedatangan dan koordinat GPS untuk tracking. Admin dapat memantau status real-time dari dashboard.
Untuk koneksi fiber, teknisi menarik kabel FO dari ODP ke lokasi subscriber. Proses meliputi: splicing fiber di ODP, pemasangan kabel pada jalur yang telah ditentukan saat survey, dan terminasi kabel di lokasi subscriber. Untuk wireless, proses ini meliputi pemasangan antena CPE.
Pasang dan konfigurasi ONT (Optical Network Terminal) di lokasi subscriber. Sambungkan kabel fiber ke ONT, pastikan lampu indikator menunjukkan koneksi aktif. Jika menggunakan router tambahan, pasang dan hubungkan ke ONT.
Lakukan tes koneksi dasar: cek level sinyal optik di ONT, ping test ke gateway, speed test untuk memastikan bandwidth sesuai paket, dan tes browsing. Semua hasil tes dicatat di Work Order untuk dokumentasi.
Teknisi mengambil foto dokumentasi: lokasi pemasangan ONT, rute kabel, hasil splicing, screenshot hasil speed test, dan serial number perangkat yang terpasang. Semua foto diupload ke sistem melalui Technician Portal.
Teknisi menjelaskan kepada subscriber: cara menggunakan layanan, username dan password WiFi, kontak support jika ada masalah, dan informasi billing. Subscriber menandatangani berita acara serah terima (dapat digital via portal atau manual).
Check-Out Wajib:: mencatat waktu selesai dan menghitung durasi pengerjaan. Data ini
Step 5 — Aktivasi
Setelah instalasi fisik selesai, layanan diaktifkan di sisi network. LancarTech melakukan provisioning otomatis ke MikroTik sehingga admin tidak perlu login ke router secara manual.
Sistem otomatis membuat konfigurasi di MikroTik: PPP secret (untuk PPPoE) atau hotspot user (untuk Hotspot) dengan username, password, profile/bandwidth yang sesuai paket, dan IP binding jika menggunakan static IP. Semua via MikroTik REST API.
Simple Queue atau Queue Tree dibuat otomatis di MikroTik sesuai paket yang dipilih subscriber. Bandwidth upload dan download dikonfigurasi, burst rate (jika ada), dan limitasi per-connection (jika dikonfigurasi di paket).
Sistem melakukan verifikasi otomatis: ping ke IP subscriber, cek status PPP/Hotspot active, speed test internal, dan verifikasi bandwidth sesuai paket. Jika ada ketidaksesuaian, admin mendapat alert untuk investigasi.
Subscriber menerima kredensial login via WhatsApp/SMS: username PPPoE/Hotspot, password, dan informasi paket. Kredensial juga tersedia di Subscriber Portal. Admin dapat mengkonfigurasi apakah password dikirim dalam plaintext atau subscriber harus login ke portal untuk melihatnya.
Status service diubah menjadi Active, tanggal aktivasi dicatat, billing date ditentukan (berdasarkan konfigurasi tenant: tanggal aktivasi atau tanggal tetap), dan siklus billing dimulai. PSB berubah status menjadi Completed.
Step 6 — Monitoring Pasca-Instalasi
Setelah aktivasi, LancarTech memantau layanan subscriber baru selama 7 hari pertama untuk memastikan kualitas layanan. Periode ini disebut masa garansi instalasi.
Monitoring Koneksi
Sistem SNMP poller memantau status koneksi subscriber baru secara otomatis: uptime, packet loss, latency, dan bandwidth usage. Jika terdeteksi anomali (misalnya koneksi sering putus atau bandwidth jauh di bawah paket), alert otomatis dikirim ke admin dan teknisi.
Invoice Pertama
Invoice pertama dibuat berdasarkan tanggal aktivasi. Jika subscriber mendaftar di tengah bulan, prorating otomatis dihitung sehingga subscriber hanya membayar proporsional untuk sisa hari di periode pertama. Invoice berikutnya mengikuti siklus billing normal.
Follow-Up Subscriber
Pada hari ke-3 setelah aktivasi, sistem otomatis mengirim pesan follow-up ke subscriber via WhatsApp untuk menanyakan kepuasan layanan. Jika ada keluhan, admin dapat langsung membuat tiket support dari response subscriber.
Garansi Instalasi
Selama masa garansi (default: 7 hari), jika subscriber mengalami masalah yang disebabkan oleh instalasi (kabel putus, konektor longgar, konfigurasi salah), teknisi wajib memperbaiki tanpa biaya tambahan. Setelah masa garansi, perbaikan mengikuti prosedur support normal.
Peralatan yang Dibutuhkan
Berikut adalah checklist peralatan standar yang harus disiapkan untuk setiap instalasi fiber optik. Daftar ini dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan dan jenis koneksi masing-masing ISP.
| Peralatan | Kategori | Keterangan |
|---|---|---|
| No. Telepon | Ya | Nomor WhatsApp aktif untuk komunikasi dan notifikasi |
| Tidak | Alamat email untuk invoice dan notifikasi tambahan | |
| Alamat Pemasangan | Ya | Alamat lengkap lokasi pemasangan (RT/RW, kelurahan, kecamatan) |
| Koordinat GPS | Tidak | Titik GPS lokasi untuk mapping dan navigasi teknisi |
| Paket Layanan | Ya | Paket internet yang dipilih subscriber (bandwidth, harga) |
| Tipe Koneksi | Ya | PPPoE, Hotspot, Static IP, atau DHCP sesuai kebutuhan |
| Foto KTP | Tidak | Upload foto/scan KTP untuk arsip digital |
| Catatan | Tidak | Catatan tambahan (landmark, akses lokasi, permintaan khusus) |
| ONT (Optical Network Terminal) | Perangkat | Modem fiber optik di sisi pelanggan, serial number dicatat di sistem |
| Router WiFi | Perangkat | Opsional — jika subscriber membutuhkan WiFi terpisah dari ONT |
| Kabel Fiber Optik (Drop Cable) | Material | Panjang disesuaikan hasil survey, biasanya 50-200 meter |
| Konektor SC/UPC | Material | Konektor fiber untuk terminasi di ODP dan ONT |
Integrasi Inventory
Sistem PSB terintegrasi dengan modul Inventory untuk memastikan ketersediaan peralatan dan pencatatan aset yang akurat. Berikut alur integrasi inventory dalam proses PSB:
Saat work order dibuat, sistem otomatis melakukan reservasi peralatan yang dibutuhkan dari gudang. Stok tidak langsung berkurang tetapi ditandai sebagai 'reserved' sehingga tidak bisa dialokasikan untuk instalasi lain. Jika stok tidak cukup, admin mendapat peringatan.
Teknisi mengkonfirmasi penerimaan peralatan saat mengambil dari gudang. Sistem mencatat pengeluaran barang: item yang diambil, serial number (untuk perangkat), jumlah, dan teknisi yang menerima. Status stok berubah dari 'reserved' menjadi 'issued'.
Setelah instalasi selesai, perangkat yang terpasang (ONT, router) otomatis dicatat sebagai aset yang dipinjamkan ke subscriber. Serial number perangkat terhubung ke record subscriber. Ini memudahkan tracking aset jika subscriber churn dan perangkat perlu ditarik.
Material habis pakai (kabel, konektor, klem) yang digunakan dicatat oleh teknisi melalui Work Order. Panjang kabel aktual yang digunakan bisa berbeda dari estimasi survey. Selisih dicatat untuk perbaikan estimasi di masa depan.
Material yang tidak terpakai dikembalikan ke gudang dan dicatat sebagai return. Stok gudang otomatis bertambah. Sistem melacak rasio penggunaan vs pengembalian per teknisi untuk evaluasi efisiensi.
PSB Report
LancarTech menyediakan laporan PSB yang komprehensif untuk memantau performa tim instalasi dan mengidentifikasi bottleneck. Semua laporan dapat difilter berdasarkan periode, teknisi, area, dan status.
| Laporan | Deskripsi | Kegunaan |
|---|---|---|
| Pigtail | Material | Untuk splicing di ODP (jika diperlukan) |
| Klem Kabel & Dius | Material | Untuk pemasangan kabel di tiang dan dinding |
| Splice Closure | Material | Pelindung sambungan fiber (outdoor) |
| Fusion Splicer | Alat | Alat penyambung fiber optik (bawa atau sewa) |
| OPM (Optical Power Meter) | Alat | Pengukur kekuatan sinyal optik |
| Stripper & Cleaver | Alat | Alat kupas dan potong fiber optik |
Best Practices
Berikut adalah tips dan praktik terbaik untuk mengelola proses PSB secara efektif:
Tentukan target SLA instalasi
Set target waktu maksimal dari pendaftaran hingga aktivasi — misalnya 3 hari kerja untuk area urban dan 7 hari kerja untuk area rural. Pantau rata-rata waktu instalasi di PSB Report dan investigasi jika melebihi target.
Selalu survey sebelum jadwal instalasi
Jangan skip tahap survey meskipun area sudah familiar. Survey memastikan peralatan yang dibawa tepat, menghindari kunjungan ulang karena kekurangan material, dan memberikan estimasi waktu pengerjaan yang akurat.
Komunikasi proaktif dengan subscriber
Kirim update status PSB ke subscriber di setiap tahapan. Subscriber yang terinformasi lebih sabar dan kooperatif. Gunakan notifikasi otomatis LancarTech dan tambahkan komunikasi personal jika ada kendala.
Dokumentasi setiap instalasi
Wajibkan teknisi mengambil foto dokumentasi di setiap instalasi: sebelum, proses, dan sesudah. Dokumentasi ini berguna untuk quality control, training teknisi baru, dan sebagai bukti jika ada sengketa dengan subscriber.
Siapkan stok buffer peralatan
Selalu jaga stok buffer minimal 20% di atas kebutuhan rata-rata bulanan. Kekurangan stok menyebabkan instalasi tertunda dan subscriber menunggu — ini adalah penyebab utama pembatalan PSB.
Evaluasi teknisi secara berkala
Gunakan laporan Teknisi Performance untuk evaluasi bulanan. Berikan pelatihan tambahan untuk teknisi dengan durasi pengerjaan di atas rata-rata atau rating rendah. Berikan apresiasi untuk teknisi berkinerja terbaik.