Dokumentasi
DocsPaket Layanan

Paket Layanan

Panduan lengkap konfigurasi paket internet — bandwidth, harga, siklus billing, tipe koneksi, dan auto-provisioning ke perangkat MikroTik.

Overview

Paket layanan adalah inti dari produk yang Anda tawarkan kepada subscriber. Setiap paket mendefinisikan secara lengkap: kecepatan bandwidth (download, upload, burst), harga bulanan, siklus billing (bulanan, mingguan, atau harian), tipe koneksi (PPPoE, Hotspot, atau Static IP), serta konfigurasi teknis yang akan diterapkan secara otomatis di perangkat MikroTik saat subscriber mengaktifkan layanan.

LancarTech mendukung pembuatan paket tanpa batas dengan variasi harga, bandwidth, dan fitur yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan Anda menawarkan pilihan layanan yang fleksibel sesuai segmen pasar — misalnya paket ekonomis untuk perumahan, paket bisnis untuk SOHO, dan paket dedicated untuk korporat. Semua paket terintegrasi langsung dengan sistem billing dan auto-provisioning MikroTik.

Saat Anda membuat atau mengubah paket, perubahan konfigurasi bandwidth dapat diterapkan ke seluruh subscriber yang menggunakan paket tersebut secara batch — tanpa perlu mengubah setting satu per satu di MikroTik.

Membuat Paket Baru

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat paket layanan baru di LancarTech. Tutorial ini mencakup seluruh proses dari awal hingga paket siap digunakan.

1

Navigasi ke menu Paket Layanan

Dari dashboard, klik menu "Paket Layanan" di sidebar navigasi. Anda akan melihat daftar semua paket yang sudah ada beserta jumlah subscriber aktif pada masing-masing paket.

2

Klik "Tambah Paket"

Klik tombol "Tambah Paket" di pojok kanan atas halaman. Formulir pembuatan paket akan terbuka dalam panel slide-over di sisi kanan layar.

3

Isi nama paket

Masukkan nama paket yang deskriptif dan mudah dipahami oleh tim Anda maupun subscriber. Contoh: "Home 20 Mbps", "Bisnis 50 Mbps", "Warnet Unlimited". Nama paket akan ditampilkan di invoice dan subscriber portal.

4

Set harga bulanan

Masukkan harga paket dalam Rupiah. Harga ini akan menjadi dasar penghitungan invoice. Contoh: Rp 150.000 untuk paket rumahan, Rp 500.000 untuk paket bisnis. Pajak (PPN) dapat dikonfigurasi terpisah di pengaturan tenant.

5

Konfigurasi bandwidth (download/upload/burst)

Isi kecepatan download dan upload maksimum (max-limit). Opsional: konfigurasi burst-limit, burst-threshold, dan burst-time untuk memberikan kecepatan ekstra saat awal koneksi. Detail teknis burst dibahas di bagian Konfigurasi Bandwidth.

6

Pilih tipe koneksi

Pilih salah satu: PPPoE (koneksi dedicated per-subscriber), Hotspot (area publik dengan halaman login), Static IP (pelanggan korporat dengan IP tetap), atau DHCP (auto-assign IP dinamis). Tipe koneksi menentukan bagaimana provisioning dilakukan di MikroTik.

7

Set siklus billing

Pilih periode penagihan: Bulanan (paling umum untuk ISP), Mingguan (cocok untuk RT/RW Net), atau Harian (untuk voucher hotspot). Siklus ini menentukan kapan invoice otomatis dibuat untuk subscriber.

8

Simpan paket

Klik tombol "Simpan" untuk menyimpan paket baru. Paket akan langsung tersedia saat menambahkan service baru ke subscriber. Anda dapat mengedit paket kapan saja setelah dibuat.

Referensi Field Paket

FieldKeteranganContohWajib
Nama PaketNama produk yang ditampilkan ke subscriber dan di invoiceHome 20 MbpsYa
Harga (Rp)Harga bulanan sebelum pajak150.000Ya
Download (Mbps)Kecepatan download maksimum (max-limit)20Ya
Upload (Mbps)Kecepatan upload maksimum (max-limit)10Ya
Burst LimitKecepatan burst sementara saat awal koneksi25M/15MTidak
Burst ThresholdBatas rata-rata sebelum burst berhenti15M/8MTidak
Burst TimeDurasi perhitungan rata-rata burst (detik)16/16Tidak
Tipe KoneksiPPPoE, Hotspot, Static IP, atau DHCPPPPoEYa
Siklus BillingPeriode penagihan: Bulanan, Mingguan, atau HarianBulananYa
FUP (Fair Usage Policy)Batas kuota pemakaian (kosongkan jika unlimited)UnlimitedTidak
Address ListMikroTik address list untuk routing/firewall per pakethome-20mTidak
StatusAktif atau nonaktif — paket nonaktif tidak bisa dipilih saat tambah service baruAktifYa

Tipe Paket

LancarTech mendukung tiga tipe koneksi yang masing-masing memiliki mekanisme autentikasi dan provisioning berbeda di MikroTik. Pilih tipe yang sesuai dengan model bisnis dan infrastruktur jaringan Anda.

PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet)

Koneksi dedicated per-subscriber dengan autentikasi username/password. Setiap subscriber mendapat sesi PPPoE tersendiri dengan kontrol bandwidth individual.

Cara Kerja Teknis

MikroTik: PPP Server menerima koneksi → validasi credential → assign IP dari pool → apply PPP Profile (bandwidth). Setiap koneksi aktif tercatat sebagai PPP Active Connection.

MikroTik Config Otomatis

PPP Secret + PPP Profile otomatis dibuat. Profile berisi rate-limit (bandwidth), local/remote address, DNS, dan comment identifier.

Cocok untuk: Perumahan (fiber/wireless), SOHO, kantor kecil, dan semua skenario yang membutuhkan autentikasi per-subscriber dengan kontrol bandwidth individual.

Hotspot (Captive Portal)

Koneksi berbasis halaman login web (captive portal). Cocok untuk area publik seperti kafe, hotel, coworking space, dan RT/RW Net.

Cara Kerja Teknis

MikroTik: Hotspot Server menampilkan login page → validasi user/password → apply User Profile (bandwidth + time limit). Mendukung voucher dan trial mode.

MikroTik Config Otomatis

Hotspot User + User Profile otomatis dibuat. Profile berisi rate-limit, session timeout, idle timeout, dan shared users.

Cocok untuk: Kafe, hotel, coworking space, RT/RW Net, area publik, dan skenario yang membutuhkan akses sementara atau berbasis voucher.

Static IP (Dedicated IP)

Subscriber mendapat IP publik atau privat tetap yang tidak berubah. Cocok untuk pelanggan korporat yang membutuhkan IP statis untuk server, VPN, atau remote access.

Cara Kerja Teknis

MikroTik: IP address di-assign secara statis ke interface atau melalui DHCP reservation. Firewall rules dan QoS diterapkan per-IP.

MikroTik Config Otomatis

Simple Queue atau Queue Tree dengan target IP statis. Address list otomatis ditambahkan untuk firewall dan routing policy.

Cocok untuk: Pelanggan korporat, kantor dengan server lokal, subscriber yang membutuhkan port forwarding atau VPN site-to-site.

Konfigurasi Bandwidth

LancarTech mengelola bandwidth melalui integrasi langsung dengan MikroTik Queue. Setiap parameter bandwidth yang Anda konfigurasi di paket akan secara otomatis diterjemahkan menjadi parameter Simple Queue atau PPP Profile di MikroTik. Berikut penjelasan detail setiap parameter.

Max Limit (Download & Upload)

Max Limit adalah kecepatan maksimum yang diizinkan untuk subscriber dalam kondisi normal. Parameter ini wajib diisi dan menjadi dasar kontrol bandwidth. Misalnya, jika Anda set download 20 Mbps dan upload 5 Mbps, subscriber tidak akan bisa melebihi kecepatan tersebut dalam kondisi apapun (kecuali burst aktif).

Burst Limit, Burst Threshold & Burst Time

Burst memungkinkan subscriber mendapatkan kecepatan lebih tinggi secara sementara saat awal koneksi atau saat penggunaan rata-rata di bawah threshold. Ini memberikan pengalaman browsing yang lebih responsif — halaman web terasa lebih cepat dibuka meskipun max-limit terbatas.

  • Burst aktif saat rata-rata penggunaan di bawah burst-threshold
  • Burst-time menentukan durasi window perhitungan rata-rata
  • Setelah window burst habis, kecepatan kembali ke max-limit

Mapping LancarTech ke MikroTik Queue

Field LancarTechParameter MikroTikFormatKeterangan
Max Limit (Upload/Download)Kecepatan maksimum yang diberikan ke subscriber20M/10MYa
Burst LimitKecepatan burst sementara saat awal koneksi25M/15MTidak
Burst ThresholdBatas rata-rata sebelum burst berhenti berlaku15M/8MTidak
Burst Time (detik)Durasi perhitungan rata-rata untuk mekanisme burst16/16Tidak
Priority (1-8)Prioritas queue — angka lebih kecil = prioritas lebih tinggi4Tidak
Limit AtKecepatan minimum yang dijamin (CIR — Committed Information Rate)10M/5MTidak
Queue TypeAlgoritma queue: default, PCQ, SFQ, atau REDdefaultTidak

Contoh: Cara Burst Bekerja dalam Praktik

Misalkan paket "Home 20 Mbps" dikonfigurasi dengan burst-limit 25M, burst-threshold 15M, dan burst-time 30 detik. Berikut yang terjadi saat subscriber mulai mengunduh file besar:

  • Burst hanya aktif saat rata-rata traffic di bawah burst-threshold
  • Burst time menentukan window perhitungan rata-rata (semakin besar = burst lebih lama)
  • Priority 1 untuk layanan korporat, 4 untuk residensial, 8 untuk best-effort
  • Limit-at (CIR) tidak boleh melebihi max-limit (MIR)
  • Gunakan PCQ untuk distribusi bandwidth yang adil antar subscriber dalam satu queue
  • Contoh Simple Queue yang Dihasilkan

    /queue simple add \
      name="subscriber-pppoe-john" \
      target=10.10.1.100/32 \
      max-limit=20M/5M \
      burst-limit=25M/8M \
      burst-threshold=15M/3M \
      burst-time=30s/30s \
      comment="LancarTech:SVC-01J5KXYZ"

    Format: download/upload. Comment berisi ID service LancarTech untuk tracking dan sinkronisasi otomatis.

    Auto-Provisioning

    Saat subscriber mengaktifkan layanan dengan paket tertentu, LancarTech secara otomatis membuat seluruh konfigurasi yang diperlukan di perangkat MikroTik — tanpa perlu login manual ke router. Berikut detail proses provisioning berdasarkan tipe paket:

    Home 10 Mbps

    • Download: 10 Mbps / Upload: 5 Mbps
    • Harga: Rp 100.000/bulan
    • Tipe: PPPoE
    • Cocok untuk: Browsing, sosial media, streaming SD
    • Target: Rumah tangga dengan 1-3 perangkat

    Home 20 Mbps

    • Download: 20 Mbps / Upload: 10 Mbps
    • Harga: Rp 150.000/bulan
    • Tipe: PPPoE
    • Cocok untuk: Streaming HD, video call, gaming ringan
    • Target: Rumah tangga dengan 3-5 perangkat

    Home 50 Mbps

    • Download: 50 Mbps / Upload: 25 Mbps
    • Harga: Rp 250.000/bulan
    • Tipe: PPPoE
    • Cocok untuk: Streaming 4K, gaming online, work from home

    Persyaratan:: router sudah terdaftar dan statusnya "Connected" di menu

    Penting:: langsung melalui API, memberikan kontrol penuh tanpa ketergantungan

    Paket Add-on

    Selain paket utama (internet), Anda dapat menawarkan layanan tambahan (add-on) yang bersifat opsional. Add-on bisa ditambahkan ke service subscriber kapan saja dan biayanya otomatis masuk ke invoice sesuai siklus billing layanan utama.

    IP Publik Tambahan

    Subscriber mendapat IP publik dedicated yang bisa digunakan untuk hosting, VPN, atau remote access. IP dialokasikan dari pool yang Anda konfigurasi dan di-assign secara otomatis.

    Contoh: Rp 50.000/bulan

    Extra Bandwidth

    Kuota bandwidth tambahan di luar paket utama. Cocok untuk subscriber yang sesekali membutuhkan kecepatan lebih tinggi tanpa harus upgrade paket permanen. Bisa berupa upgrade sementara selama 1 periode billing.

    Contoh: Rp 30.000 untuk upgrade 10 Mbps selama 1 bulan

    Prioritas Support

    SLA response time lebih cepat untuk penanganan gangguan. Tiket dari subscriber dengan add-on ini otomatis diprioritaskan dalam antrian teknisi. Termasuk jaminan waktu response dan resolusi.

    Contoh: Rp 25.000/bulan

    Cloud Backup

    Layanan backup data untuk subscriber korporat. Menyediakan storage cloud yang di-mount via SMB/NFS ke jaringan lokal subscriber.

    Contoh: Rp 75.000/bulan untuk 100 GB

    Static DNS / Custom Hostname

    Custom DNS hostname yang mengarah ke IP subscriber. Berguna untuk subscriber yang menjalankan server atau layanan web dari koneksi mereka.

    Contoh: Rp 15.000/bulan

    Biaya add-on otomatis ditambahkan sebagai line item terpisah di invoice subscriber. Anda dapat membuat add-on kustom sesuai layanan tambahan yang ditawarkan ISP Anda.

    Harga & Diskon

    LancarTech menyediakan sistem pricing yang fleksibel untuk mendukung berbagai strategi bisnis ISP. Anda dapat mengkombinasikan beberapa mekanisme harga berikut:

    Harga per Area

    Tetapkan harga berbeda untuk area atau zona geografis tertentu. Misalnya, paket "Home 20 Mbps" bisa dihargai Rp 150.000 di area perkotaan dan Rp 120.000 di area pedesaan, menyesuaikan daya beli dan biaya infrastruktur yang berbeda. Konfigurasi dilakukan dengan membuat aturan harga berdasarkan zona yang sudah Anda definisikan.

    Diskon Kontrak Jangka Panjang

    Berikan potongan harga untuk subscriber yang berkomitmen berlangganan jangka panjang. Contoh: diskon 10% untuk kontrak 6 bulan, diskon 20% untuk kontrak 12 bulan. Subscriber terikat kontrak tidak bisa downgrade atau berhenti berlangganan sebelum periode kontrak selesai tanpa dikenakan biaya penalti.

    Harga Promo (Time-Limited)

    Buat harga promosi dengan tanggal mulai dan berakhir. Selama periode promo, subscriber baru yang mendaftar mendapat harga spesial. Setelah promo berakhir, harga otomatis kembali ke harga normal pada periode billing berikutnya. Cocok untuk kampanye akuisisi pelanggan baru.

    Bundling Layanan

    Gabungkan beberapa layanan dalam satu paket bundling dengan harga lebih menarik. Contoh: Internet 20 Mbps + TV Kabel = Rp 200.000 (hemat Rp 50.000 dari beli terpisah), Internet 50 Mbps + CCTV Monitoring = Rp 400.000. Bundling meningkatkan retensi karena subscriber mendapat lebih banyak value.

    Mengubah Paket Subscriber

    Subscriber dapat meng-upgrade atau downgrade paket layanan mereka kapan saja. LancarTech menangani seluruh proses secara otomatis — termasuk perubahan konfigurasi di MikroTik dan penghitungan biaya prorating.

    Tutorial: Upgrade / Downgrade Paket

    1

    Buka halaman detail subscriber

    Navigasi ke menu Subscriber, cari subscriber yang ingin diubah paketnya, lalu klik nama subscriber untuk masuk ke halaman detail.

    2

    Pilih service yang akan diubah

    Di tab "Layanan", klik service yang ingin diubah paketnya. Jika subscriber memiliki beberapa service, pastikan Anda memilih service yang tepat.

    3

    Klik "Ubah Paket"

    Di detail service, klik tombol "Ubah Paket". Daftar paket yang tersedia akan ditampilkan beserta perbandingan harga dan bandwidth dengan paket saat ini.

    4

    Pilih paket baru dan konfirmasi

    Pilih paket tujuan. Sistem akan menampilkan preview perubahan: bandwidth baru, harga baru, dan biaya prorating (jika ada). Klik "Konfirmasi" untuk melanjutkan.

    5

    Sistem otomatis update MikroTik

    LancarTech secara otomatis mengubah PPP Profile, Hotspot Profile, atau Simple Queue di MikroTik sesuai bandwidth paket baru. Perubahan berlaku dalam hitungan detik tanpa disconnect subscriber.

    Prorating untuk Perubahan di Tengah Periode

    Saat subscriber mengubah paket di tengah periode billing, LancarTech menghitung biaya secara prorata:

    • Perubahan paket berlaku langsung di MikroTik tanpa disconnect
    • Prorating otomatis menghitung selisih harga untuk sisa periode billing
    • Subscriber menerima notifikasi WhatsApp tentang perubahan paket
    • Riwayat perubahan paket tercatat lengkap di audit log

    Manajemen FUP (Fair Usage Policy)

    Fair Usage Policy (FUP) memungkinkan Anda membatasi total penggunaan data subscriber dalam satu periode billing. Fitur ini bersifat opsional — Anda dapat mengaktifkannya per paket sesuai kebutuhan.

    Batasan Kuota Data

    Tetapkan kuota data maksimum per periode billing untuk setiap paket. Contoh: paket "Home 20 Mbps" memiliki kuota 500 GB per bulan. Sistem secara real-time memonitor penggunaan data subscriber melalui accounting data dari MikroTik dan menampilkan sisa kuota di subscriber portal.

    Throttling Setelah Kuota Habis

    Saat subscriber mencapai batas kuota, kecepatan otomatis diturunkan (throttle) ke kecepatan yang Anda tentukan. Contoh: dari 20 Mbps turun ke 2 Mbps setelah kuota 500 GB habis. LancarTech mengubah Simple Queue atau PPP Profile di MikroTik secara otomatis. Subscriber tetap bisa internetan dengan kecepatan lebih rendah, bukan diputus total.

    Reset Kuota per Periode Billing

    Kuota data di-reset secara otomatis setiap awal periode billing baru (sesuai siklus billing paket). Saat reset, jika kecepatan subscriber sedang di-throttle, sistem otomatis mengembalikan kecepatan ke max-limit paket asli. Semua perubahan dilakukan di MikroTik tanpa intervensi manual.

    Tips:: hanya jika model bisnis Anda memerlukan pembatasan kuota — misalnya

    Best Practices

    Berikut rekomendasi praktis untuk mengelola paket layanan secara efektif dan profesional:

    Konvensi penamaan yang konsisten

    Gunakan format nama yang mudah dipahami dan konsisten. Rekomendasi: [Segmen] [Kecepatan] [Keterangan]. Contoh: "Home 20 Mbps", "Bisnis 50 Mbps Dedicated", "Warnet 100 Mbps Shared". Hindari nama yang terlalu generik seperti "Paket A" atau "Bronze".

    Struktur tier harga yang jelas

    Buat minimal 3-4 tier paket dengan selisih harga dan bandwidth yang proporsional. Contoh: 10 Mbps (Rp 100rb), 20 Mbps (Rp 150rb), 50 Mbps (Rp 250rb), 100 Mbps (Rp 400rb). Pastikan setiap tier memiliki value proposition yang jelas agar subscriber mudah memilih.

    Aktifkan burst untuk pengalaman lebih baik

    Konfigurasi burst pada semua paket rumahan. Burst memberikan kesan kecepatan lebih tinggi saat browsing dan membuka halaman web tanpa menambah beban bandwidth signifikan di jaringan. Set burst-limit 20-30% di atas max-limit dengan burst-time 15-30 detik.

    Review paket secara berkala

    Evaluasi paket setiap 3-6 bulan. Periksa: apakah ada paket yang tidak laku (< 5 subscriber)? Apakah margin masih sehat? Apakah kompetitor sudah menawarkan bandwidth lebih tinggi di harga yang sama? Sesuaikan paket Anda agar tetap kompetitif.

    Jangan hapus paket lama — nonaktifkan saja

    Jika ingin menghentikan paket, ubah statusnya menjadi "Nonaktif" alih-alih menghapusnya. Paket nonaktif tidak bisa dipilih untuk service baru, tapi subscriber yang sudah menggunakan paket tersebut tidak terpengaruh. Ini menjaga integritas data historis dan pelaporan.

    Dokumentasikan konfigurasi teknis

    Gunakan field deskripsi di setiap paket untuk mencatat detail teknis: pool IP yang digunakan, VLAN, parent queue, dan konfigurasi khusus lainnya. Ini sangat membantu saat troubleshooting atau onboarding teknisi baru.